Friday, 15 February 2013

dialog rimba #1

Karena waktu tak bisa kembali
karena senyum masih bisa terukir
apa yang kau pikirkan?
 ada yang tak peduli dengan cinta?
apa kau masih ada disana?

biarkan balurmu mencipta rasa
lalu beterbangan menyapa setiap bunga
aduhai...indahnya sayap mentari pagi
menghempas riang menular karsa
ada yang hilang sepertinya?

Aduhai senyum manis beruang betina
memaksa masuk nila dibendungan surga
apa yang kau lihat beruang jantan?
kau tak berhak disini

Ada gerombolan singa berjuang menangkap mangsa
lalu kau sedang apa?
melihatku bernyanyi?
ku tak sedang bermimpi
aku hanya sedang mengagumimi betinaku sayang..
kau menghilang?

kemana lagi hendak kutemukan rimbanya?
kami berteman..
aku tahu jalan ke rumahnya..
bukan bukan rumah

hanya hati tempatnya bertahta

Thursday, 14 February 2013

Banyak mana? nafas ataukah bintang?

karena kau tlah meluruh dalam hatiku..
lalu tercampur bersama malam semu
apa yang kau rindu maria?

sejenak cahaya menangkap dunia
membungkusnya dengan cinta
untuk penjemur ikan asin
untuk petani garam
untuk pembuat rengginang..

berenanglah hingga ke tepian
biarlah wangi udara siang membalur rambutmu
bah, rambut yang mana? kata si togar
rambutku ini tak ada, habis sudah kucukur

lalu apa yang istimewa?
jemarikah yang indah?
atau hidung mancung telah mempesonanya?

bukan, bukan kataku
sinar matanya yang teduh yang membuatnya mempesona
malam menjadi terang, seolah ribuan bintang menaklukan sentimeter langit Nya
kau tahu? mengapa lautan beku tiba tiba mencair?
kau tahu bagaimana beruang tak kedinginan saat berenang dalam lautan es di kutub Nya?

Ingatlah, saat suara merdunya membangunkanmu di dua pertiga malam
dan seseorang yang hanya dengan melihatnya saja, engkau teringat Allah Yang Esa?
sungguh beruntung

Ingatlah, Allah yang memberimu hidup..memberi rasa..dan nafas yang...
memberimu nafas yang tak terhitung?
aku jadi berpikir, lebih banyak mana ya? nafas atau bintang bintang yang diciptakan Allah?

hmmm, biarlah itu urusan Penguasa Dunia, Allah Yang Maha Kuasa.
bersyukur pun aku masih belajar
bagaimana hendak berpikir tentang mahluk Allah yang lain?

Alhamdulillah..wa syukurillah..bersyukur pada Mu Ya Allah..

Aku Hanya Sedih



“ Aku tidak marah karna kita putus, Aku hanya sedih karna aku tidak bisa melepaskanmu.. ”

“Aku tidak marah padamu karna tidak mencintaiku, Aku hanya marah pada diriku yang masih mencintaimu.. ”

“ Aku tidak marah karna kehilanganmu, Aku hanya sedih, karna aku pernah memilikimu ”

“ Aku tidak marah karna aku tidak bisa memilikimu, Aku hanya sedih, karna aku tau apa yang sedang ku rindukan ”

“ Aku tidak marah karna kamu telah melupakanku, Aku hanya sedih karna aku tak mampu menghapusmu.. ”

“ Aku tidak marah karna kamu tidak akan kembali padaku, Aku hanya sedih karna aku masih berharap kamu kembali ”

“ Aku tidak marah karna aku membencimu dan tidak menginginkamu Tapi aku sedih karna aku masih mencintaimu dan merindukanmu.

Aku hanya sedih dengan kelakuanku yang telah melanggar aturanNya.

Ya Allah ampuni hambamu ini karena telah menentangmu dengan menjalani cinta yang tak halal.
 
dari page sebelah, asli lupa namanya. semoga dimaafkan sama admin dan penulisnya. yang jelas ini bukan karya saya.

maria, cinta dan ketaatan #1

Maria tertegun melihat layar notebooknya.
seorang ikhwan A berkata padanya:

"Apakah aku memenuhi kriteriamu?"

Maria bingung hendak menjawab apa.. bukan saja karena temannya ini pernah menjadi mak comblang ta'arufnya, tapi...

tadi pagi dia menjawab tidak untuk ikhwan B yang ditawarkan oleh ikhwan A
maria berfikir, kenapa dia harus maju setelah temannya di tolak?
baiklah, maria tak menjawab hingga keesokan harinya si ikhwan A muncul di layar messengernya dengan emoticon menangis.

dan maria tiba tiba terlempar ke masa lalu, setahunan yang lalu. Saat seorang teman ngajinya mengiriminya sms seperti ini :

"MasyaAllah...
Knp ya, kok tiba2 mata ana menangis.
Dulu juga pernah, wkt sms anty tiba2 air mata netes. aneh.
Afwan, tp ana skrg ndak tau no hp anty krn no akhwat udah ana hapus semua dari Hp ana."


maria hanya menjawab :
ishbir Akhi..
istighfar

dan maria tiba tiba menangis, terlalu berat beban rasa yang ia tangguhkan. benar benar berat menjaga hati. benar benar berat.
Tapi ini harus dilakukan selama engkau belum mampu menikah. bersabar dan puasa.
ya, memang belum mampu menikah.

ya, dan ingatan maria masih jauh ke belakang...mengingat temang ngajinya dulu, mungkin istilahnya rindu. dia hanya bertemu 2 kali. Yang pertama saat kajian dia menyerahkan buku fiqh ramdhan. dia menyerahkan buku tanpa melihat sedikitpun. Dan yang kedua, saat ada Islamic book fair. mereka berpapasan dalam satu pameran buku. mereka tak saling menyapa. hanya senyum dalam hati saja. maria berucap istighfar, berkali kali dan menangis..
dan itu duluuuuu, hampir terlupa dan mengendap di lapisan terbawah otaknya..
kini, mendadak terbuka kembali. dua ikhwan sudah yang menangisimu maria..lalu kau minta yang seperti apa?

Maria bergeming..tak ada jawaban. hanya helaam nafas panjang.
sudah waktunya menuntaskan semua. Istikhoroh..apapun petunjuk yang diberikan Allah, dia akan patuh.
maria..bersabarlah

Thursday, 7 February 2013

di balik pagar besi, aku..ibu pohon

terpuruk
disamping daun daun rimbun  dan bersinar. berbunga dan harum mewangi. Sedang aku hanyalah tanaman rindang yang hanya ketika disiram dapat hidup. Pernah suatu ketika pemilikku berhari hari meninggalkan rumahnya. Dan aku tertunduk pasrah menunggu saat itu tiba. Saat dimana tiba tiba semua orang menjadi asing dan tak mengenalku lagi, lalu kau bertanya kenapa mereka tak lagi mengenalku. Akarku memang pendek, tak mampu mencari sumber air sendiri..aku hidup dari belas kasihan pemilikku..dan aku kembali menunggu saat itu, dengan hati pilu...sendu

Tes..
apa ini?
hmm..dingiiiiin, hujan..hujan...ternyata hujan
dan terlalu gembira aku menerima anugerah ini, tubuhku yang kering karena pemilikku pergi untuk sementara waktu..tapi lihatlah, Allah..Tuhan Penciptaku tak mengabaikan diriku...Sungguuh Engkau Maha Penjaga Ya Rabb..

Ada saat yang tak mengenakkan pula, saat ku dengar suara tik tok tik tok..
oh, bakso ya? ku majukan sedikit badanku, memang dengan tubuh tegak dipinggir jalan ini banyak resiko yang harus di ambil, banyak pula resiko yang harus diterima..tanpa bisa berbuat sesuatu..penuh debu. Ya, rumah pemilikku memang dipinggir jalan. tapi ia sangat peduli denganku, sangat memperhatikanku. diberinya aku pagar tembok setinggi setengah badanku, lalu diatasnya ada tiang tiang besi yang menancap. Sehingga membuatku sesuka hati melihat yang ada diluar pagar kami. Ah, betapa baik hati pemilikku ini. oh iya, kurang maju sedikit badanku...sampai terlihat kaki berjalan maju padaku. Mmh, siapa ini? orang bertopi merah ini? kenapa dia mendekatiku? oh no...tiba tiba dia membuka resleting celananya...aku menutup mata dan...
jangaaaaaaaaaaaaaaan.................
hhhh, aku basah kuyup...dan apa ini? baunya ndak enak, hampir muntah aku kalau saja tidak kutahan untuk mengeluarkannya. Jangan sampai mereka tahu aku mampu mengeluarkan bubur bau tak enak itu dari perutku !..dan ini hanyalah  khayalanku saja...hiks. lalu aku mendengar suara kaki menjauh.., dan aku masih menutup mataku...
Perlahan kubuka mataku, agak perih...perih..bekas luka sehari lalu akibat satu daunnku dipetik anak anak yang bersandar di pagar kami. Belum sembuh dan sekarang harus terguyur air bau ini. hiks, aku ingin menangis, teriak, tapi tak ada yang mendengar. Percuma saja. hhhh...take a deep breath..sabar ya anak anak daunku, kali ini kita harus bersabar lagi, belum lagi sirna kesedihanku karena satu anak daunku dipetik manusia, datang air bah yang sangat bau.....oh no, bagai jatuh tertimpa tangga pula...so sad...so sad..tapi ya inilah takdir kami..lets smile... ^_^ let smile again...

lho, ngapain orang tadi duduk di trotoar depan pagar kami?...pergi ! hush hush !...anak anak daun menyahut, hush hush ! gemerisik mereka saling mendorong saudaranya untuk maju, hingga timbul suara gemerisik mereka. Ya, kami hanya bisa menggerutu. Tunggu, ada gerobak didepannya. orang bertopi merah tadi berdiri ketika seorang gadis kecil datang padanya dengan membawa magkuk. orang bertopi merah itu senyum dan bertanya beli berapa baksonya mbak cantik? huh, ramah sekai dia pada gadis kecil itu..
kami melihatnya dari balik pagar kami. ternyata, bapak bertopi merah itu penjual bakso.
ihhh...jijik sekali kami melihat tangannya menuangkan mie, pentol bakso, saus dan terakhir kuah..memang aromanya sangat sedap, hmmmmm.....tapi, dia habis pipis tadi tak mencuci tangannya. hweeeeek, hweeeeeeeek....adik cantik, jangan dimakan ya.....dan nasehat itu tak mampu didengar oleh gadis kecil nan cantik itu. dan sekali lagi, kami, anak anak daunku hanya mampu menghela nafas dalam. tak terdengar...

Sunday, 3 February 2013

Daun

senja yang indah
penuh rindu...
rindu entah pada siapa

berujar sang mentari pada dedaunan
aku pergi dulu ya..
dedaunan berayun pelan
ada perih disana

jangan khawatir, esok aku kembali
aku akan menyinarimu lagi

mentari..
aku hanya takut..
esok kita tak bersua lagi

mungkin gadis kecil itu akan memotongku
esok pagi..
atau angin memaksaku lepas dari ibu pohon
aku gelisah..

bersabarlah..
dedaunan yang jatuh tak pernah membenci angin