Friday, 28 December 2012

kupanggil engkau, cinta..

cinta, bersabarlah..
waktu kan tiba menunjukkan kita sebenarnya
cinta, bersabarlah..
kudoakan engkau setiap selesai sholat
kupinta engkau dalam setiap rangkaian doa
dalam sadar..ataupun tidak

cinta, bersabarlah
sungguh aku tahu..
aku tak tahu
siapa yang akan kupanggil cinta

Bismillah
Dan akhirnya tahun inipun segera berakhir
jangan putus berdoa
insyaAllah-wallahu a'lam

Thursday, 27 December 2012

30 Tahun Mendatang Anak Kita

Saat buka buka fanpage facebook ustadz Mohammad Fauzil Adhim, ada tulisan yang sangat menarik untuk dibaca dan direnungkan, berikut tulisan beliau yang saya ambil dari fanpage beliau di FB. saya sudah ijin kok.
 

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim



Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak! Jika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau siapkan mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?

Maka..., ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan pula demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.


“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).


Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta'ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan. Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.

Ini juga berlaku bagi kita.

Ingatlah do’a yang kita panjatkan:

"اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ"

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”


Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh persepsi sendiri.

Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif. Dahulukanlah mempelajari apa yang tepat daripada apa yang memikat. Prioritaskan mempelajari apa yang benar daripada apa yang penuh gebyar. Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar. Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari. Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.



***

Jangan sepelekan dakwah terhadap anak! Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa. Betapa banyak yang keliru menilai. Masa kanak-kanak kita biarkan direnggut TV dan tontonan karena menganggap mendidik anak yang lebih besar dan lebih-lebih orang dewasa, jauh lebih sulit dibanding mendidik anak kecil. Padahal sulitnya melunakkan hati orang dewasa justru bersebab terabaikannya dakwah kepada mereka di saat belia.

Wallahu a’lam bish-shawab. Kepada Allah Ta’ala kita memohon pertolongan. Maafkan saya.

.. Sabarlah cinta ...

.. SABARLAH CINTA ...

Dahulu aku terfikir bahwa 'menangis' ialah tanda diri ini lemah. Tetapi sebenarnya ada hikmah di sebalik tangisanku kali ini. Baru ku sadar nikmat air mata dan kesedihan yang ku alami ini mendekatkan diriku pada yang lebih layak iaitu Allah SWT.

Kini ku merasai cinta dan kasih sayang Allah, lebih berharga dan manis daripada segala-galanya. 'Kehilangan' itu rupanya aku lalui supaya aku merasai satu 'pertemuan' yang hakiki iaitu dengan Allah. Allah mau mengujiku dengan menjauhkan ku dengan orang yang ku sayangi, karena Allah mau diriku dekat dengannya.

Seandainya kesedihan yang teramat sangat ini membuatkan ku rindu untuk bertemu denganNya, aku ridha dan pasrah karena Allah lebih ku cintai lebih daripada segala yang ada di langit dan di bumi.

Aku juga yakin, semua ini pasti berakhir karena ku yakin yang 'dia' sedang menungguku dan pasti menjemputku pada suatu saat nanti. Aku yakin dengan ayat Allah SWT ini,

"Perempuan-pere mpuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perem puan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perem puan yang baik untuk laki-laki yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)."(Sura h an-Nur, ayat 26)

Walau bukan di dunia yang fana ini, insya-Allah, dengan berkat kesabaran, pasti di syurga nanti bersatu juga. Andai sudah ditakdirkan jodoh dengan dia, tiada apa yang dapat mengubahnya kerana Allah Maha Berkuasa. Hanya dengan sedikit kesabaran dan doa yang tidak putus, Allah pasti membalasnya dengan kebahagiaan yang lebih bermakna.

"Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka, dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya"
(Surah al-Furqan, ayat 75)

Cinta yang ada di dalam hati adalah anugerah daripada Allah SWT. Allah menguji hambaNya karena sayang kepada hambaNya. Allah mau cinta yang dianugerahkan ini dijaga dan dikawal dengan sebaiknya. Bukannya untuk dirusakkan dengan hawa nafsu dan menodainya dengan larangan-larang an yang dibenciNya.

Allah mengajar diriku erti KESABARAN yang selama ini aku tidak berapa fahami. Memang betul, kesabaran mengajar arti hidup.

Aku yakin dengan Allah SWT. Moga Allah permudahkan segala urusan. Cinta yang ikhlas dan abadi memang sukar untuk dimiliki kerana ia hanya layak untuk orang yang bersabar dan berserah diri kepada Allah. Moga diriku tergolong dalam kalangan orang yang sabar.

"Sesungguhnya Aku membalas mereka pada hari ini (dengan sebaik-baik balasan) disebabkan kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berjaya".(Surah al-Mu'minun, ayat 111 )

Sumber Fp. Sahabat QALBU Cahaya Jiwa

Wednesday, 26 December 2012

Tuesday, 25 December 2012

‘as-aluka billaah… will you marry me?


langsung deh, sujud syukur..kepada Allah.
atas nama Allah nih, hayo siapa berani nolak? ndak main main berarti nih ngomongnya..
setelah istikhoroh langsung bilang iya.
tapi kadang yang jadi batu ganjalan adalah restu orang tua.
ada saja maunya. anaknya ndak boleh jauh jauhlah. wajar sih, awalnya mungkin susah, tapi kalo sudah atas nama Allah..hayo masak ndak ridho anaknya diminta. (curcol ndak sih? ah ndak, banyak juga kok kayak gini. hhee)
ada juga, kerja apa dia? waduhhhh...(ini lagi curcol lagi. kenapa harus ditanyakan penghasilannya berapa sih?). ya iyalah, sang anak kan mau dibawa pergi, masak nggak ditanyain itu..(hiks hiks...batal deh).
apa lagi ya..emmmm orang mana dia? ....ini ndak jadi soal sih...

Lalu apa lagi bunda? yanda?...apalagi yg kalian pertimbangkan? dia baik, shalih, kerjaan juga ada.
Oh ya Rabb..betapa sulit hendak menggenapkan separuh agamamu ini...

Well, if there is someone shalih, bertanggung jawab dan dia bilang padamu..
as-aluka billaah… will you marry me?
please jangn di tolak...

Maaf, cinta

maaf cinta..
aku tak mampu mengurai makna senja dan petang.
maaf, sekali lagi maafkan rasaku yang tak mampu membedakan mana pahit jamu dan pahit arang
..maaf, sudah berulang kali aku mecoba mengalihkan air bening dan air bersih,
 namun tak dapat jua kurasakan manis atau pahitnya delima.

maaf cinta,
telah kupupuk rindu untukmu karena kesombonganku.
Tak dapat kubedakan lagi mana itu gula tebu dan gula aren..
tak dapat lagi ku pisahkan putih awan dan putih kapas.
Terlalu sombong diriku saat itu,
yang mengatakan bahwa kita akan tetap seperti ini,
dan segala bentuk perhatian, siraman air dan cahaya matahari telah menghasilkan buahnya.
Aku terlalu sombong mengatakan bahwa cahayamu sama seperti cahaya lain.
cahaya matahari sama seperti cahaya rembulan,
sama pula seperti cahaya api pada lilin di dapur rumah.
Hingga tak kusadari tanamannya berbuah. Buahnya tak lezat,
buahnya tak manis, buahnya tak berair.
buah ini pahit, cinta...
Ini buah simalakama.

kyaaaaaaaaaaa....


Sunday, 23 December 2012

bear, is it you

beberapa hari ini kenapa jadi suka sekali sama si Brutus? badan besar dengan bulu coklatnya. terlihat gagah sekali begitu. Subhanallah..
jadi suka browsing gambarnya, fotonya..pengen big hug nya..
kenapa ndak  suka si Teddy aja? lucu, bersahabat dan manis.

coba ada yang kasih boneka segede brutus...waaaaa
Tuh kan, lucu banget..
mmm ini yang versi brutus, beruang grizzly bulu coklat
kalo yang kutub? polar bear..?
coba cari dulu...
nah lho, ini dia ..eh ini masak beruang kutub...no, no, no
oh no, look at this baby bear...cute.



Friday, 21 December 2012

balon 7000 rupiah

dari atas yang senyum keliatan gigi  : ustdh ain-ust derry-ustdh nining-me-ustdh sari
 yg moto : ustdh rini
sore hari sebelum pentas seni..
diantara hujan dan balo yang menegang..
dan saat aku lupa tentangmu..tentang dia
hanya aku dan teman temanku

saat ada beberapa balon yang meletus tak sengaja
dan sang ketua bilang...7000 7000 7000
hehehee...dan kami hanya bisa menertawakan saja.
Betapa bingung si ketua akibat meletusnya balon dengan harga 7000 itu.
tebal sih..tapi kemungkinan meletus selalu ada. ya kan
terbukti !

Sore itu kami ditemani hujan .. mendekor pentas yang akan digunakan anak anak esok hari.
sore yang indah, hujan..film kabhi kushi senengannya bu ain. yang dengan seenaknya saja ku belakangi karena males liat akting nyanyinya..hehe

Hujan yang tinggal titik kecil itu membuat kami serentak menghias pentas usai teman teman menunaikan shalat ashar, dan sang instruktur ustadz derri dari masjid. dia ditemani istrinya (cieee)...dan yang jomblo terpaksalah gigit jari..

magrib hampir tiba, pulang dulu la ..

Kue kue

 
 Ini sup pisang buatan ibuk, yang tahan berhari hari di kulkas. mmmmm enak sekali.
Thanks mom..you always make my day better..Alhamdulillaah

Ini agal agil buatan Dad, yang bahan dasar singkongnya diambil dari batang tanaman singkong yang ditanam adek...mmmm yummmi...Thanks Dad

Friday, 14 December 2012

need to read Alquran

need to read Alqur'an

penghinaan wali murid

sebagai walimurid sekaligus pengawas

orang ini tidak punya etika

memberi masukan didepan orang banyak,


sakit sekali rasanya..bukan karena masukannya

tapi lebih pada tuduhannya yang tak benar

dan kenapa aku tak bisa..

.....membela diriku sendiri


sakit rasanya


semoga anakmu tak menerima perlakuan yang sama

Thursday, 13 December 2012

Persiapan Pembagian Laporan Akhir Belajar, -_- ^_^

Waktu..jika kau dibuang oleh manusia, berlarilah padaku.

Ini yang terpikirkan menjelang pembagian rapor belajar anak anak. i need more time, really need more time..padahal waktu yang dikasih sama saja . 24 jam sehari !
Memang saat kesibukan luar biasa ini (ini sih kalimatku saja), nyuri waktu disel sela menguji hasil karya sains  anak anak, sambil mendengarkan mereka presentasi, sambil bolak balik laporan karyanya, sambil mencoba mengerti kalimat mereka...tetap saja aku dibelakang meja penguji tetap menghadap netbook mengerjakan nilai rapor anak anak...dzalim sekali aku pada mereka yang sedang presentasi. Astaghfirullahal 'adziim.
maafkan ustadzah ya Nak..

Sunday, 9 December 2012

Tawadhu' Episode Daun

Daun..
Sehelai daun

  ...tak perlu memilih warna untuk membuat embun jatuh cinta----------------taman cinta
  ...tak perlu memandang bentuk untuk menerima paketan foton
...rela menjadi dapur lalu menyajikan hasilnya pada buah
Daun
Sehelai daun..

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin----------------------tere liye

stomatanya berdzikir dalam nafasnya
mengagungkan Rabb Yang Menjaganya
ikhlash..
melaksanakan titah Rabb nya

Bagaimana kita?

Daun
Sehelai daun













         

dimanfaatkan atau bermanfaat ?

Simaklah percakapan antara some1 dan 1some ini, cekidot..^_^

Some1 : ez hidup disini ini tak pikir2:"g kerja jare g amanah,kalo rajin ditambahi penggaweane". Aduh situasi di sini g sehat bgt
1some       : kerjo bener ae, lek jare wong kliru yo dadi omongan
some1  : ambil keputsan satu ajahpasti dibuat bahan omongan. kalo dikasih kerjaan sibuknya minta ampun buat menolak.
 

Kacamata 1:
 Memanfaatkan orang lain memang cenderung negatif kacamatanya, bete banget pasti saat orang lain memanfaatkan kelebihan kita, apalagi tanpa memandang kesibukan dan kemauan kita.
Namun ada juga yang memanfaatkan kita dengan kata kata manis, rayuan gombalisasi penuh bunga beracun mematikan. Hingga kita lena dan akhirnya mau melakukan apa saja tanpa beban. ringaaaaaaaaaan.
Bug gedebuk...saat kita terlalu sibuk dengan kegiatan yang dimanfaatkan tadi, kita capek...lho kok aku mau saja ya? nah lho...harusnya kan ini pekerjaannya situ..kok aku lagi sihhhh? ndak ada orang lain apa? (dan setan pun berbisik halus, kamu memang jago, ndak ada yang bisa selain kamu).. kita yang tadinya ikhlash mengerjakan. jadi beteeeeeeee dan mengerjakan sesuatu dengan riya'. Ya Rabb.. :(


Kacamata 2

dimanfaatkan bukan orang goblok sayang
mari kita pandang dari kacamata yang lain
dimanfaatkan=bermanfaat
selama kita bisa membantu, bantulah
sebelum kita tak bisa membantu dan tak bisa dimanfaatkan sama sekali
kuatkan dengan apa saja yang mendekatkan kita dengan Allah, yang menyelesaikan segala urusan
ikhlash..itu namanya, semua karena Allah
ikhlash, jika kita tak memupuknya secara continue maka lama kelamaan namun pasti akan diterbangkan olelh hembusan angin, bisikan syaithan itu tak pernah berhenti. mencoba masuk setiap saat. Saat kita taat dan terlebih pada saat kita lengah, jauh dari Allah.
ketika merasa capek, jenuh, beeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
duduklah sejenak, denganku..
bercerita tentang apa saja..
tentang kelinci yang berebut wortel
tentang tom and jerry yang soulmate bangett
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
episode karena kamu bukan aku, kamu tak merasakan yang kurasakan, coba kamu ada diposisiku~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku :  lari deh aku..
:)


Kacamata 3 :

Yang memanfaatkan
Memanfaatkan orang sesuai dengan kelebihannya boleh saja, asalkan disesuaikan dengan kesibukannya, dengan aktivitasnya, dengan kepentingannya dan disesuaikan juga dengan uang sakunya.
Bukankah upah itu harus dibayar sebelum mengering keringat si pekerja.
Itu jika memang berkaitan dengan pekerjaan. Lain lagi minta tolong..
Lihatlah kemampuan kepada si penolong. bukan hanya dijadikan penolong saat engkau susah, memanfaatkan saat kita tak bisa. Tapi jadikan teman pula saat kita sedang bersuka ria..
-_-




Dan kuakhiri notes ini dengan kopi paste status fb seorang rekan:

Jadilah AKAR yg gigih mencari air
Menembus tanah yg keras demi sebatang pohon

Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pada Dunia dan mendapatkan Pujian, AKAR tetap tidak iri
Ia tetap bersembunyi dalam tanah

¤ Itulah makna dari keTULUSan dan keIKHLASan
¤ Manusia yg memiliki perpaduan Tulus,Ikhlas,Sabar dn Tegar bagai AKAR

* Ia akan Hidup dan MengHIDUPkan.

Sunday, 2 December 2012

Serenade hujan

sore ini hujan
ada sejuta rindu yang turun dari gelapnya awan
lalu mengalir
dan menentramkan hati

Ada rasa yang berlompatan disana
berlomba mengikuti aliran darah
ada kangen, ada marah
ada benci, ada senyum
ada haru
ada rindu
ada tenang
 ada gundah
ada gelisah

Kau tahu..
gemerciknya menyenenandungkan musik yang sangat indah
saat doa menenangkannya


Saturday, 1 December 2012

Dzikir pagi dan petangku

Monggo di urutkan sendiri sesuai nomor urutnya.










Apakah Sampai Padamu Berita tentang Mahanazi-Helvy Tiana Rossa

Duhai, maka kukatakan pada mereka :
Tanpa Abai pada semua persoalan di negeri ini
Atas nama kemanusiaan : menyala-lah!
Kita tak bisa hanya diam
menyaksi pagelaran mahanazi
sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna
dan bercanda di ruang keluarga
kita tak bisa sekedar
menampung pembantaian-pembantaian itu dalam batin
atau purapura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:
mereka yang membatasi ruang kemanusiaan
dengan batas-batas negara
sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan
Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu :
menyebarkan tragedi keji ini pada hati-hati yang bersih,
memberi meski sedikit apa yang kita punya 
dan mendo'akan Palestina
Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh
di hati mereka yang di beri kurnia?
Seperti cinta yang tak bisa kau hapus
dari penglihatan dan ingatan,
airmata, darah, dan denyut nadi manusia
:Lawan Mahanazi!

kangen-helvy tiana rossa

Kangen
Telah kutuliskan puisi-puisi itu
sejak usiamu 26 tahun
ketika pertama kali kita bertukar senyum
pada jarak pandang yang begitu dekat
Kau ingat,
saat kubisikkan mungkin aku tak perlu matahari,
bulan atau bintang lagi
cukup kau, cahaya yang Dia kirimkan untukku
Ah, apa kau masih menyimpan puisi-puisi itu?
Belasan tahun kemudian
aku masih menikmati
mengirimimu puisi
hingga hari ini
aku pun menjelma hujan yang enggan berhenti di berandamu
bersama angin yang selalu kasmaran
Kau tahu, aku masih saja menatapmu
dengan mataku yang dulu
lelaki sederhana berhati samudera
yang selalu membawaku berlabuh padaNya
Pada berkali masa, kau pernah berkata,
"Aku tahu, Aku hanya ingin menikahi jiwamu selalu"
(HTR)