Wednesday, 23 April 2014

Entah

biarlah resah membawanya menuju gelisah
membiarkan hati menjadi sedikit perih
lalu meninabobokkan cepat-cepat
agar tangisannya tak terlihat

Ah
apa pula
tak ada waktu bergelisah
tugas menanti dengan senyuman bangga

kena kau
rindu aku tidur malam-malan
pagi buta bangun
bermunajat pada Tuhan


Monday, 14 April 2014

Mengintai Hati

dia datang
membawa kelapangan
lalu menawarkan cinta
mempersiapkan hati dan jiwa
bertemu dengan waliku

aku di belakang tembok mencuri dengar
mengintai wajah
bukan milikku

sebuah wajah teduh
dengan ketenangan hati
menawarkan cinta
berkata lirih nan lembut

sudikah kiranya dia dinilai
oleh orang yang tak dia kenal
sebelumnya

sudikah kiranya dia membawa gemuruh
menghias degup dengan rindu

*ini hanya kata-kataku

lalu dia pamit pulang
dan aku berusaha melihat wajahnya

ahhh, dia teduh sekali
tapi sayang, aku harus menolak
sekali lagi
semoga ini terakhir kali

Thursday, 10 April 2014

Hingga

telah kugarisi beberapa rindu
yang semuanya hanya semu
telah bertahun nama berganti

kudaki beratus perih
hingga lelah kaki ini
lalu tak terasa perih lagi

bertemu cinta dipeundakan
dan aku merasa perih kembali

bisakah merana berganti makna
agar yang gelisah berubah rasa



Perih

hatiku merayu
untuk mengirim sebuah pesan padamu
ingin
ingin sekali

kutitipkan sebuah nama
dalam setiap doa
entah siapa dia
yang senantiasa dalam doa

adakah dia?
di dunia?
atau sudah mengembara ke alam sana

perih
ngilu lagi
entah karena siapa

ataukah dosa yang kian menyampah?
kurasa ya

Tuesday, 1 April 2014

Cadangan Senyum

Telah ku ganti jiwaku
telah ku obati lukaku
telah ada gambar "smile" di hatiku
menerima semua
dengan cinta

berganti makna datangnya luka
telah berganti suka
karena cinta

Untuk Allah
Jika aku meridoi ego
telah lama kuputuskan
untuk tak berteman dengan kebencian

Meski engkau berlari untukmu sendiri
sementara kami tak mengerti caramu berlari

entah sombong atau apa yang ada di diri kami
mungkin ya...

Allah, tolong kami
menghilangkan rasa kesal di hati
mengeluarkan cadangan senyum di setiap sakit

Mengikhlashkan semua
karena kami manusia biasa
begitu juga engkau
manusia biasa pula

 

Katanya Lagi Galau

ku lewati pagi penuh perih
biarlah duri tetap ada di jari kaki
pernah ada satu seri tentang sepi
tapi mencari tetaplah mencari

menyeberang rindu penuh luka
biar sanderanya tetap tertawa
bahagia
dan engkau tetap ada

Menyala sudah sang pelita
andai ada rindu dalam peka
aku masih percaya
bahwa kau itu ada

Tukang Cukur

Aduhai belalang di dedaunan madu
sudilah kiranya engkau menjadi temanku
bergelar biasa bukan bangsawan
kau sibuk tanpa koordinasi.
Ini yang akan kami hadapi.

Sebulir embun telap mengalir
pecah bersama dingin
hilangnya pula kau gantikan
bersikap manis
lalu menawarkan berbagai program

Aduhai, semakin manis kaki terangkat
lihatlah kau yang bergerak cepat
biarlah yang lain terlambat
asal kau selamat

hhhh
dan aku..
menyambut dengan cinta, harapan dan melepaskan kebencian
mengapa arahmu tak sesuai jalan
melenggang sendiri
maju ke depan

bukan begitu maksudku....iiiiiihhhh

Kata-katamu lembut
di depan
dan menggelitik hati kami
saat di belakang

Aku sudah bosan