Sunday, 18 May 2014

take a deep breath #2

aku bukan mengeluh
aku..bukan untuk peluh
aku marah
aku kesal
dengan hidupku

aku hanya capek

aku ingin istirahat
walau sebentar

sebentarrr saja

aku ingin hujan
agar tak tau orang, aku marah
aku ingin petir
agar suaraku tak terdengar mereka
aku ingin kilat
agar ketakutannya membuat mata terpejam
tak melihatku meneteskan air mata

aku ingin tenang
tanpa melakukan apa-apa
sebentarrrrrr saja

Saturday, 17 May 2014

Elegi Jiwa

putihmu lebih banyak dari hitammu
kuharap jangan menambah lagi
karena telah kupandangi hitammu
bersama cahaya Ilahi diwajahmu

terimalah hitamku
agar semakin penuh warna kita
menerima
dan memberi
saling menguatkan
saling merelakan
saling memberikan

semangat

ambiguitas

pernah suatu masa
adalah engkau yang menghiba rasa

dan aku disini serasa dipuncak dunia
berkali melongok menunggumu mencapai titk tertinggi
ditempatku...

dan itu rasaku..

sedang engkau sama saja
merasa telah dipuncak tertinggi
dan aku masih merangkak naik

dan itu rasamu

masing-masing kita sombong
penuh lika-liku

andai..jelas rasaku
telah lama kuterima pinanganmu

 

Tuesday, 13 May 2014

mendua rasa

pernahkah kau mendua?
ada rasa bersalah didalamnya

kalau kata si iwan fals dalam lagunya
jangan pernah memilih, aku bukan pilihan

ada satu hati kami yang berpadu
karena adanya kesamaan hati
sifat
dan serasa yang sedikit terluang lebih\

ada satu hati lagi
yang menjaga
yang sedikit terungkap
dan membuatku hormat
tanpa sikap manja


lalu...
ah..

Monday, 12 May 2014

Pahit yang teramat manis

pernahkah engkau menyalahi mentari
membuai rindu di pagi hari
adakalanya engkau membuat pelangi
lalu menghadirkannya sekali lagi..

dalam diammu
tertulis rasa yang tak pernah hadir
menggelitik kepala untuk melongok

pikiran-pikiran menghujan deras
sampai jalanan terkikis
memunculkan luka
hingga terasa sakit

lambat laun sakitnya..
menuai rasa ke pembaringan
mengapa aku tersiksa

bisa jadi ada dosa
bisa jadi karena mereka terluka

ada rasa yang sedikit memaksa disana
tersandera..terjerat, mulut terikat

kuikhlashkan aku terjerat..
ku lepaskan rasa yang terluka
mungkin memang takdirnya

dan jalanan kembali semula
lubang-lubang kecil tak terasa
hanya bernyanyi bahagia
dalam perjalanannya

aku menyebutnya
pahit yang teramat manis