Thursday, 7 February 2013

di balik pagar besi, aku..ibu pohon

terpuruk
disamping daun daun rimbun  dan bersinar. berbunga dan harum mewangi. Sedang aku hanyalah tanaman rindang yang hanya ketika disiram dapat hidup. Pernah suatu ketika pemilikku berhari hari meninggalkan rumahnya. Dan aku tertunduk pasrah menunggu saat itu tiba. Saat dimana tiba tiba semua orang menjadi asing dan tak mengenalku lagi, lalu kau bertanya kenapa mereka tak lagi mengenalku. Akarku memang pendek, tak mampu mencari sumber air sendiri..aku hidup dari belas kasihan pemilikku..dan aku kembali menunggu saat itu, dengan hati pilu...sendu

Tes..
apa ini?
hmm..dingiiiiin, hujan..hujan...ternyata hujan
dan terlalu gembira aku menerima anugerah ini, tubuhku yang kering karena pemilikku pergi untuk sementara waktu..tapi lihatlah, Allah..Tuhan Penciptaku tak mengabaikan diriku...Sungguuh Engkau Maha Penjaga Ya Rabb..

Ada saat yang tak mengenakkan pula, saat ku dengar suara tik tok tik tok..
oh, bakso ya? ku majukan sedikit badanku, memang dengan tubuh tegak dipinggir jalan ini banyak resiko yang harus di ambil, banyak pula resiko yang harus diterima..tanpa bisa berbuat sesuatu..penuh debu. Ya, rumah pemilikku memang dipinggir jalan. tapi ia sangat peduli denganku, sangat memperhatikanku. diberinya aku pagar tembok setinggi setengah badanku, lalu diatasnya ada tiang tiang besi yang menancap. Sehingga membuatku sesuka hati melihat yang ada diluar pagar kami. Ah, betapa baik hati pemilikku ini. oh iya, kurang maju sedikit badanku...sampai terlihat kaki berjalan maju padaku. Mmh, siapa ini? orang bertopi merah ini? kenapa dia mendekatiku? oh no...tiba tiba dia membuka resleting celananya...aku menutup mata dan...
jangaaaaaaaaaaaaaaan.................
hhhh, aku basah kuyup...dan apa ini? baunya ndak enak, hampir muntah aku kalau saja tidak kutahan untuk mengeluarkannya. Jangan sampai mereka tahu aku mampu mengeluarkan bubur bau tak enak itu dari perutku !..dan ini hanyalah  khayalanku saja...hiks. lalu aku mendengar suara kaki menjauh.., dan aku masih menutup mataku...
Perlahan kubuka mataku, agak perih...perih..bekas luka sehari lalu akibat satu daunnku dipetik anak anak yang bersandar di pagar kami. Belum sembuh dan sekarang harus terguyur air bau ini. hiks, aku ingin menangis, teriak, tapi tak ada yang mendengar. Percuma saja. hhhh...take a deep breath..sabar ya anak anak daunku, kali ini kita harus bersabar lagi, belum lagi sirna kesedihanku karena satu anak daunku dipetik manusia, datang air bah yang sangat bau.....oh no, bagai jatuh tertimpa tangga pula...so sad...so sad..tapi ya inilah takdir kami..lets smile... ^_^ let smile again...

lho, ngapain orang tadi duduk di trotoar depan pagar kami?...pergi ! hush hush !...anak anak daun menyahut, hush hush ! gemerisik mereka saling mendorong saudaranya untuk maju, hingga timbul suara gemerisik mereka. Ya, kami hanya bisa menggerutu. Tunggu, ada gerobak didepannya. orang bertopi merah tadi berdiri ketika seorang gadis kecil datang padanya dengan membawa magkuk. orang bertopi merah itu senyum dan bertanya beli berapa baksonya mbak cantik? huh, ramah sekai dia pada gadis kecil itu..
kami melihatnya dari balik pagar kami. ternyata, bapak bertopi merah itu penjual bakso.
ihhh...jijik sekali kami melihat tangannya menuangkan mie, pentol bakso, saus dan terakhir kuah..memang aromanya sangat sedap, hmmmmm.....tapi, dia habis pipis tadi tak mencuci tangannya. hweeeeek, hweeeeeeeek....adik cantik, jangan dimakan ya.....dan nasehat itu tak mampu didengar oleh gadis kecil nan cantik itu. dan sekali lagi, kami, anak anak daunku hanya mampu menghela nafas dalam. tak terdengar...

No comments:

Post a Comment