Maria tertegun melihat layar notebooknya.
seorang ikhwan A berkata padanya:
"Apakah aku memenuhi kriteriamu?"
Maria bingung hendak menjawab apa.. bukan saja karena temannya ini pernah menjadi mak comblang ta'arufnya, tapi...
tadi pagi dia menjawab tidak untuk ikhwan B yang ditawarkan oleh ikhwan A
maria berfikir, kenapa dia harus maju setelah temannya di tolak?
baiklah, maria tak menjawab hingga keesokan harinya si ikhwan A muncul di layar messengernya dengan emoticon menangis.
dan maria tiba tiba terlempar ke masa lalu, setahunan yang lalu. Saat seorang teman ngajinya mengiriminya sms seperti ini :
"MasyaAllah...
Knp ya, kok tiba2 mata ana menangis.
Dulu juga pernah, wkt sms anty tiba2 air mata netes. aneh.
Afwan, tp ana skrg ndak tau no hp anty krn no akhwat udah ana hapus semua dari Hp ana."
maria hanya menjawab :
ishbir Akhi..
istighfar
dan maria tiba tiba menangis, terlalu berat beban rasa yang ia tangguhkan. benar benar berat menjaga hati. benar benar berat.
Tapi ini harus dilakukan selama engkau belum mampu menikah. bersabar dan puasa.
ya, memang belum mampu menikah.
ya, dan ingatan maria masih jauh ke belakang...mengingat temang ngajinya dulu, mungkin istilahnya rindu. dia hanya bertemu 2 kali. Yang pertama saat kajian dia menyerahkan buku fiqh ramdhan. dia menyerahkan buku tanpa melihat sedikitpun. Dan yang kedua, saat ada Islamic book fair. mereka berpapasan dalam satu pameran buku. mereka tak saling menyapa. hanya senyum dalam hati saja. maria berucap istighfar, berkali kali dan menangis..
dan itu duluuuuu, hampir terlupa dan mengendap di lapisan terbawah otaknya..
kini, mendadak terbuka kembali. dua ikhwan sudah yang menangisimu maria..lalu kau minta yang seperti apa?
Maria bergeming..tak ada jawaban. hanya helaam nafas panjang.
sudah waktunya menuntaskan semua. Istikhoroh..apapun petunjuk yang diberikan Allah, dia akan patuh.
maria..bersabarlah
seorang ikhwan A berkata padanya:
"Apakah aku memenuhi kriteriamu?"
Maria bingung hendak menjawab apa.. bukan saja karena temannya ini pernah menjadi mak comblang ta'arufnya, tapi...
tadi pagi dia menjawab tidak untuk ikhwan B yang ditawarkan oleh ikhwan A
maria berfikir, kenapa dia harus maju setelah temannya di tolak?
baiklah, maria tak menjawab hingga keesokan harinya si ikhwan A muncul di layar messengernya dengan emoticon menangis.
dan maria tiba tiba terlempar ke masa lalu, setahunan yang lalu. Saat seorang teman ngajinya mengiriminya sms seperti ini :
"MasyaAllah...
Knp ya, kok tiba2 mata ana menangis.
Dulu juga pernah, wkt sms anty tiba2 air mata netes. aneh.
Afwan, tp ana skrg ndak tau no hp anty krn no akhwat udah ana hapus semua dari Hp ana."
maria hanya menjawab :
ishbir Akhi..
istighfar
dan maria tiba tiba menangis, terlalu berat beban rasa yang ia tangguhkan. benar benar berat menjaga hati. benar benar berat.
Tapi ini harus dilakukan selama engkau belum mampu menikah. bersabar dan puasa.
ya, memang belum mampu menikah.
ya, dan ingatan maria masih jauh ke belakang...mengingat temang ngajinya dulu, mungkin istilahnya rindu. dia hanya bertemu 2 kali. Yang pertama saat kajian dia menyerahkan buku fiqh ramdhan. dia menyerahkan buku tanpa melihat sedikitpun. Dan yang kedua, saat ada Islamic book fair. mereka berpapasan dalam satu pameran buku. mereka tak saling menyapa. hanya senyum dalam hati saja. maria berucap istighfar, berkali kali dan menangis..
dan itu duluuuuu, hampir terlupa dan mengendap di lapisan terbawah otaknya..
kini, mendadak terbuka kembali. dua ikhwan sudah yang menangisimu maria..lalu kau minta yang seperti apa?
Maria bergeming..tak ada jawaban. hanya helaam nafas panjang.
sudah waktunya menuntaskan semua. Istikhoroh..apapun petunjuk yang diberikan Allah, dia akan patuh.
maria..bersabarlah
No comments:
Post a Comment