Aduhai belalang di dedaunan madu
sudilah kiranya engkau menjadi temanku
bergelar biasa bukan bangsawan
kau sibuk tanpa koordinasi.
Ini yang akan kami hadapi.
Sebulir embun telap mengalir
pecah bersama dingin
hilangnya pula kau gantikan
bersikap manis
lalu menawarkan berbagai program
Aduhai, semakin manis kaki terangkat
lihatlah kau yang bergerak cepat
biarlah yang lain terlambat
asal kau selamat
hhhh
dan aku..
menyambut dengan cinta, harapan dan melepaskan kebencian
mengapa arahmu tak sesuai jalan
melenggang sendiri
maju ke depan
bukan begitu maksudku....iiiiiihhhh
Kata-katamu lembut
di depan
dan menggelitik hati kami
saat di belakang
Aku sudah bosan
sudilah kiranya engkau menjadi temanku
bergelar biasa bukan bangsawan
kau sibuk tanpa koordinasi.
Ini yang akan kami hadapi.
Sebulir embun telap mengalir
pecah bersama dingin
hilangnya pula kau gantikan
bersikap manis
lalu menawarkan berbagai program
Aduhai, semakin manis kaki terangkat
lihatlah kau yang bergerak cepat
biarlah yang lain terlambat
asal kau selamat
hhhh
dan aku..
menyambut dengan cinta, harapan dan melepaskan kebencian
mengapa arahmu tak sesuai jalan
melenggang sendiri
maju ke depan
bukan begitu maksudku....iiiiiihhhh
Kata-katamu lembut
di depan
dan menggelitik hati kami
saat di belakang
Aku sudah bosan
No comments:
Post a Comment