Tuesday, 1 April 2014

Tukang Cukur

Aduhai belalang di dedaunan madu
sudilah kiranya engkau menjadi temanku
bergelar biasa bukan bangsawan
kau sibuk tanpa koordinasi.
Ini yang akan kami hadapi.

Sebulir embun telap mengalir
pecah bersama dingin
hilangnya pula kau gantikan
bersikap manis
lalu menawarkan berbagai program

Aduhai, semakin manis kaki terangkat
lihatlah kau yang bergerak cepat
biarlah yang lain terlambat
asal kau selamat

hhhh
dan aku..
menyambut dengan cinta, harapan dan melepaskan kebencian
mengapa arahmu tak sesuai jalan
melenggang sendiri
maju ke depan

bukan begitu maksudku....iiiiiihhhh

Kata-katamu lembut
di depan
dan menggelitik hati kami
saat di belakang

Aku sudah bosan

No comments:

Post a Comment