Monday, 14 April 2014

Mengintai Hati

dia datang
membawa kelapangan
lalu menawarkan cinta
mempersiapkan hati dan jiwa
bertemu dengan waliku

aku di belakang tembok mencuri dengar
mengintai wajah
bukan milikku

sebuah wajah teduh
dengan ketenangan hati
menawarkan cinta
berkata lirih nan lembut

sudikah kiranya dia dinilai
oleh orang yang tak dia kenal
sebelumnya

sudikah kiranya dia membawa gemuruh
menghias degup dengan rindu

*ini hanya kata-kataku

lalu dia pamit pulang
dan aku berusaha melihat wajahnya

ahhh, dia teduh sekali
tapi sayang, aku harus menolak
sekali lagi
semoga ini terakhir kali

No comments:

Post a Comment