dia datang
membawa kelapangan
lalu menawarkan cinta
mempersiapkan hati dan jiwa
bertemu dengan waliku
aku di belakang tembok mencuri dengar
mengintai wajah
bukan milikku
sebuah wajah teduh
dengan ketenangan hati
menawarkan cinta
berkata lirih nan lembut
sudikah kiranya dia dinilai
oleh orang yang tak dia kenal
sebelumnya
sudikah kiranya dia membawa gemuruh
menghias degup dengan rindu
*ini hanya kata-kataku
lalu dia pamit pulang
dan aku berusaha melihat wajahnya
ahhh, dia teduh sekali
tapi sayang, aku harus menolak
sekali lagi
semoga ini terakhir kali
membawa kelapangan
lalu menawarkan cinta
mempersiapkan hati dan jiwa
bertemu dengan waliku
aku di belakang tembok mencuri dengar
mengintai wajah
bukan milikku
sebuah wajah teduh
dengan ketenangan hati
menawarkan cinta
berkata lirih nan lembut
sudikah kiranya dia dinilai
oleh orang yang tak dia kenal
sebelumnya
sudikah kiranya dia membawa gemuruh
menghias degup dengan rindu
*ini hanya kata-kataku
lalu dia pamit pulang
dan aku berusaha melihat wajahnya
ahhh, dia teduh sekali
tapi sayang, aku harus menolak
sekali lagi
semoga ini terakhir kali
No comments:
Post a Comment