Tuesday, 25 December 2012

Maaf, cinta

maaf cinta..
aku tak mampu mengurai makna senja dan petang.
maaf, sekali lagi maafkan rasaku yang tak mampu membedakan mana pahit jamu dan pahit arang
..maaf, sudah berulang kali aku mecoba mengalihkan air bening dan air bersih,
 namun tak dapat jua kurasakan manis atau pahitnya delima.

maaf cinta,
telah kupupuk rindu untukmu karena kesombonganku.
Tak dapat kubedakan lagi mana itu gula tebu dan gula aren..
tak dapat lagi ku pisahkan putih awan dan putih kapas.
Terlalu sombong diriku saat itu,
yang mengatakan bahwa kita akan tetap seperti ini,
dan segala bentuk perhatian, siraman air dan cahaya matahari telah menghasilkan buahnya.
Aku terlalu sombong mengatakan bahwa cahayamu sama seperti cahaya lain.
cahaya matahari sama seperti cahaya rembulan,
sama pula seperti cahaya api pada lilin di dapur rumah.
Hingga tak kusadari tanamannya berbuah. Buahnya tak lezat,
buahnya tak manis, buahnya tak berair.
buah ini pahit, cinta...
Ini buah simalakama.

kyaaaaaaaaaaa....


No comments:

Post a Comment