Wednesday, 12 November 2014

koma, sebentar saja

sungguh, bukan hendak menyisihkan tugas yang buanyak itu, ijinkan saya berbagi cerita.

Bukan pula hendak meratapi nasib, bahwa tugasku demikian penuh. Kesibukan yang bertubi. Satu belum ajeg jejeg berdiri, sudah datang yang lain minta dan harus diperhatikan. Itupun kalau benar hasilnya. Karena memang tuntutan dan tak bisa dihindarkan. Apalagi beberapa pekerjaan yang menuntut sak dek sak nyeg. Allah..bimbing kami...

Kata seorang teman, semua ada resikonya. itu resiko yang mesti kau ambil. Itu sebuah pilihan, dan kau sudah memilih. Allah...salahkah pilihanku ini?

Bukan pula hendak menafikan nikmat Mu..nikmat sibuk, mungkin pernah dan yakin sering waktu luang terlewatkan begitu saja sia-sia tanpa pahala atau malah berbalut dosa. Allah..ampuni kami, tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi.

Ini jelas-jelas sebuah pilihan, dan kau sudah memilih untuk sibuk berjibaku dengan waktu.

Tak ada waktu untuk mengeluh, karena beginilah pilihanmu mengalahkan waktu.

Kesibukan yang tak terelakkan, qadarullah sakit, bahkan tak bisa istirahat.

Allah, ijinkan kusyukuri nikmat sakit dan sibuk ini.


#tolong tidak komentar,
saya hanya ingin berbagi saja. Semoga membuat kita khususnya saya menyadari bahwa waktu begitu berharga, kesibukan dalam kebaikan yang harus di syukuri, sementara yang lain masih bingung mencari kesibukan dalam kebaikan.

Semoga Allah mengampuni kami atas kelalaian kami, lalu menunjukkan jalan yang benar kepada kami. Dan kasih sayang Nya yang tak tersamai.
Bersyukur atas hujan malam ini, sapanya pada genting rumah kami, gemerincik merdu. Fabi ayya i rabbi kumaa tukadzdzibaan?

No comments:

Post a Comment