pernahkah engkau menyalahi mentari
membuai rindu di pagi hari
adakalanya engkau membuat pelangi
lalu menghadirkannya sekali lagi..
dalam diammu
tertulis rasa yang tak pernah hadir
menggelitik kepala untuk melongok
pikiran-pikiran menghujan deras
sampai jalanan terkikis
memunculkan luka
hingga terasa sakit
lambat laun sakitnya..
menuai rasa ke pembaringan
mengapa aku tersiksa
bisa jadi ada dosa
bisa jadi karena mereka terluka
ada rasa yang sedikit memaksa disana
tersandera..terjerat, mulut terikat
kuikhlashkan aku terjerat..
ku lepaskan rasa yang terluka
mungkin memang takdirnya
dan jalanan kembali semula
lubang-lubang kecil tak terasa
hanya bernyanyi bahagia
dalam perjalanannya
aku menyebutnya
pahit yang teramat manis
membuai rindu di pagi hari
adakalanya engkau membuat pelangi
lalu menghadirkannya sekali lagi..
dalam diammu
tertulis rasa yang tak pernah hadir
menggelitik kepala untuk melongok
pikiran-pikiran menghujan deras
sampai jalanan terkikis
memunculkan luka
hingga terasa sakit
lambat laun sakitnya..
menuai rasa ke pembaringan
mengapa aku tersiksa
bisa jadi ada dosa
bisa jadi karena mereka terluka
ada rasa yang sedikit memaksa disana
tersandera..terjerat, mulut terikat
kuikhlashkan aku terjerat..
ku lepaskan rasa yang terluka
mungkin memang takdirnya
dan jalanan kembali semula
lubang-lubang kecil tak terasa
hanya bernyanyi bahagia
dalam perjalanannya
aku menyebutnya
pahit yang teramat manis
No comments:
Post a Comment