Monday, 12 May 2014

Pahit yang teramat manis

pernahkah engkau menyalahi mentari
membuai rindu di pagi hari
adakalanya engkau membuat pelangi
lalu menghadirkannya sekali lagi..

dalam diammu
tertulis rasa yang tak pernah hadir
menggelitik kepala untuk melongok

pikiran-pikiran menghujan deras
sampai jalanan terkikis
memunculkan luka
hingga terasa sakit

lambat laun sakitnya..
menuai rasa ke pembaringan
mengapa aku tersiksa

bisa jadi ada dosa
bisa jadi karena mereka terluka

ada rasa yang sedikit memaksa disana
tersandera..terjerat, mulut terikat

kuikhlashkan aku terjerat..
ku lepaskan rasa yang terluka
mungkin memang takdirnya

dan jalanan kembali semula
lubang-lubang kecil tak terasa
hanya bernyanyi bahagia
dalam perjalanannya

aku menyebutnya
pahit yang teramat manis

No comments:

Post a Comment