Tuesday, 25 June 2013

Kalut Mawut

Entahlah aku lupa kapan terakhir mawar samping rumah itu berbunga
aku tak tahu lagi kapan itu senja kapan itu fajar
bagiku semua terasa sama..tak ada beda siang dan malam
tak ada beda mana rajutan mana jahitan
hampa//hambar

Biarlah yang beku menjadi beku
Dan merah selalu menjadi warna darah
Apa yang kau pikirkan?
ini aku sedang marah
apa kau tak melihat dalamnya mataku
berkilat membara penuh bara menyala

Ada senandung yang berusaha merubah nada
not nya perlahan berhamburan saling bertabrakan
ini aku, do ! kau tak melihat ya
ini aku, la
dengarkan melodiku !
semua berusaha membunyikan loncengnya
berharap didengarkan
berharap ada yang menoleh
lalu menggandengnya dengan penuh cinta
menolong dari ketidakberdayaan
dalam kesepian satu nada yang dimilikinya
itu tak lengkap

Semrawut rasa yang berubah menjadi ketakberasaan
biarlah gula menjadi penghias senja
aku disini masih bersama jingga yang mungkin saja terlupa
kenapa tak ada yang melihat
ini aku!
dengarlah nadaku !

Seolah mendengar, tapi perlahan meninggalkan
iman...tetaplah bertahan
aku sendirian

No comments:

Post a Comment