Tuesday, 19 March 2013

Antri di kasir


After Dhuha, aku mengantar ibu belanja parcel di GM untuk pak tukang yang kerja di rumah. Kami menyusuri supermarket yang ramainya Subhanallah. Kami harus banyak berdoa karena pasar adalah tempat berkumpulnya syaithan. Ada makanan dan beberapa kebutuhan rumah tangga yang kami beli. Karena ramainya tempat akad jual beli (kasir), kami harus mengantri. panjaaaang ....
Ada anak laki laki kecil di depan kami, mungkin bersama kakeknya, Karena disampingnya ada bapak bapak sepuh. (r u sure itu his grandfather?, mungkin saja). Untuk mengusir jenuh sambil menunggu giliran akad jual beli, ibuku yang ramah mencoba berialog dengan anak laki laki kecil itu.
Ibuku : Kelas berapa le?
anak laki2: kelas 3
Ibuku : puasa?
anak laki2 : iya
Ibuku : puasa dhuhur ya?
anak laki2 : ndak, saya puasa maghrib.
Ibuku : wah pinternya

Iseng, ndak sengaja kulihat ada es krim di troli belanja si anak itu, "berarti sampai rumah, tuh es krim harus langsung masuk kulkas le", kataku. "ya" jawabnya.

Tak lama, sampailah giliran si anak kecil itu dan kakeknya melakukan akad jual beli. mbak yag ada i kasir mulai mengaktifkan sensor pendeteksi harga (apa ya namanya-nggak gaul banget deh). Tiba giliran si es krim di sensor, terus di masukkan plastik. Nah lho, si anak kecil itu langsung ngambil es krim dan membukanya lantas menyendok dan langsung memakannya. sambil berdiri pula.

Astaghfirullah, baru sadar aku dan ibuku di bohogi anak kecil. Ya Rabb...ndak habis pikir. bisa-bisanya anak ini berbohong.
Jadi inget siswaku, mereka selalu jujur dalam berbicara dan bertindak, ndaka ada kebohongan, meski ada sangsi yang sepadan akibat kesalahan yang di perbuat, mereka tetap mengakuinya dan melaksanakan sangsinya.

Ya Rabb.. sungguh hamba bersyukur memiliki siswa seperti mereka...akhlak dan kejujurannya bisa di pertanggungjawabkan. harus selalu dijaga, di luruskan. Ustadzah juga banyak belajar pada kalian, Nak..

Allahu yakhfadzunaa.. Amiin

No comments:

Post a Comment