Bismillaahirrahmaanirrahiim. Blog ini : Hanya barisan kata, bersemangat merajut makna, entah dibaca atau hanya dilewati saja ...............persembahan, menjahit pagi
Wednesday, 7 November 2012
Romantisme Hujan
Seseorang di twitter bilang kalau pagi ini hujan dan enaknya minum teh. Menanyakan pula bagaimana dengan daerahmu?. Ku replay twitternya: Lumajang mendung. Tapi aku ingin melihatnya sekali lagi.
langsung ku longok jendela kamarku..aku tak percaya, ingin kujelaskan lagi bahwa ini bukan halusinasiku saja. ku perjelas penglihatanku dari jendela samping rumah. Ahaaa, aku melihat ribuan titik kecil di teras belakang rumah budeku. Alhamdulillaah..akhirnya hujan juga meski hanya gerimis..love it..menikmati pemandangan gerimis pagi,
Hah..waktunya berangkat mengajar. Ku lirik sirik jam di dinding, kenapa sih kamu selalu membuatku terburu buru? lho, apa gunanya berdialog dengan jam
Segera ku stater tsaBEATa ku..ku bonceng sepupuku dalam gerimis pagi ini, tak apa ya..cuma gerimis ini...
sampai areal persawahan, kurasa gerimisnya makin lebat..Subhanallah, ini hujan..semakin kencang saja motor ini kulajukan..melewati sawan ditengah hujan itu, menyenangkaaaannn. i love it. hujannya ndak terlalu lebat.
Sampai jalan raya, butiran hujannya makin gede, Alhamdulillaah aku pake sweater dan ndak bawa si raihanuun my little notebook. Kutanya sepupuku, kita terus atau berteduh dulu? dia menjawab, mau berteduh juga ndak ada tempat. Langsung saja kulajukan lebih cepat si tsaBEATa..Kalau hujan hujanan begini, jadi ingat musuh termanisku, si Isna. Kalau suka hujan, kenapa waktu hujan kau memerlukan payung atau mantel agar kau tak bersentuhan dengan air hujan?. ya, ya kira kira seperti itu dia bilangnya.
Na, musuh termanisku sayang..aku tak bohong waktu ku bilang aku suka hujan, aku suka berada dibawahnya langsung ataupun hanya melihatnya dari jendela rumah, atau berlama lama di lantai 3 sekolah tempat mengajarku, hanya untuk melihat hujan dan menikmati romantismenya..romantisme bersama Allah yang menurunkan rahmat begitu indah..dan aku terpesona. Siapa yang tak ingin besentuhan langsung dengan rahmat Allah yang satu ini..namun jika kau mensyukurinya, apa iya harus berbasah basahan hingga baju dan tubuhmu basah lantas terlihatlah lekuk indah tubuhmu. Mensyukuri tak harus berbasah basahan Na sayang.
Ups, perempatan rambu rambu..Alhamdulillah lampu hijau sedang bertugas dan tinggal sedikit lagi waktunya untuk bernarsis ria di hadapan para pengendara yang menikmati bebas hambatan karenaya. Dan tak kulewatkan kesempatan yang sedikit itu..kupacu lebih kencang motorku hingga si hijau terlewati. Biarlah hujan semakin deras. Jika tidak karena siswaku yang menunggu untuk les bahasa arab, tentu kami telah berteduh dari tadi. Aku ingat siswaku yang telah hampir 2 pekan tak mendapatkan haknya les bahasa arab karena seorang ustadz yang cuti dan kemudian tak masuk hingga hari ini, dan dari fb nya ku baca kini dia mengajar di Blambangan, beliau berhenti begitu saja mengajar dari sekolah kami tanpa pamit. Ah sudahlah..aku ingin segera memenuhi hak siswaku..
Sampai kami di sekolah dengan sweaterku yang basah hingga menembus jilbab krem kesayanganku. Segera kulepas sweater dingin ini..dan menyapa teman teman pengajar sebentar di lantai satu. Sedang untuk absen, biar sepupuku yang mengabsenkan. hihihi...Ku tengok jam dinding di ruang lobi ini. 06.30 WIB. Alhamdulillaaah..aku tak telat.:) Ku naiki tangga satu persatu dengan senyum cerah pada anak anak yang bertemu dan berlomba mengucap salam padaku. Ku jawab salam mereka dengan senyum cerahku (brrrrrhh). Ah anak anakku sayang, kau tahu kenapa ustadzah hari tersenyum cerah? Anak anakku sayang., telah lama kurindukan hujan membasahi bumi kita, Hari ini mereka turun nak, ustadzah tak berhalusinasi pagi ini mendengar suara gemericik air yang jatuh lalu memantul di lantai halaman lantai satu...Aluanan yang sempurna..
Mampir sebentar ke kelas, menyapa anak anakku tercinta, dan mitraku yang ketiga telah berada di tempat. Ah...masih belum waktunya masuk kelas les, masih ada waktu untuk sarapan, mengisi energi yang aku yakin akan begitu banyak berguna hari ini. Kubuka bekalku, memakannya dengan terburu buru mengejar waktu. dan ketika kira kira sisa sepersepuluhnya, kututup bekalku.Segera ku kemasi dan ku tutup, lalu menyendok bekal sup pisang buatan ibuk kemarin sore. Alhamdulillaaah..kenyang
Kuberjalan ringan ke kelas les bahasa dimana aku harus mengajar, Anak anak mengucap ikrar pagi dalam bahasa arab dan berlanjut dengan doa meminta ilmu..Ku tanya mereka tentang materi yang diberikan oleh pengajar sebelumnya. waktu !. Oke, tes sebentar tentang waktu. Oh, tak tahukah engkau nak, ustadzah semalam grogi karena harus belajar lagi tentang bahasa Al qur'an ini, bahasa di surga kelak, Nak. Lalu kutuliskan tentang waktu pagi, siang, sore dan malam hari dalam bahasa arab dan contohnya..Sambil menunggu anak anak menulis, ku pandangi hujan dari jendela lantai 3 ini. Kutanya pada anak anakku..nak, sudahkah kalian berdoa waktu hujan? ternyata belum. mereka segera mengangkat tangan setelah ku komando untuk berdoa. Serentak menggema kelas ini. Allahummaa shayyiban naafi'aa..
Ya Allah, berikanlah kami hujan yang bermanfaat.
Tahukah kalian, doa diwaktu hujan itu mustajab? mereka menggeleng, Berdoalah apa saja, Nak..insyaAllah Allah mengabulkan. aamiin. Langsung mereka menengadahkan tangan sambil doa, adayang komat kamit di mulut, ada juga yang besuara keras..
Ini hujan, Nak...rahmat Allah sedang meghampiri kita..
Labels:
Pagiku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment