Friday, 19 October 2012

jika kau bertanya, mengapa aku menjadi guru

Menjadi seorang guru memang bukan impianku..aku tak ingin mengajar anak orang lain sementar anakku sendiri tidak ku ajari bekal dalam kehidupan. Menjadi seorang guru.. seperti ibuku yang setiap berangkat pagi lalu pulang siang hari. Sementara aku harus dititipkan ke budeku dari pagi sampai sore. Rasanya ibuku tak adil saat itu..Aku selalu merengek saat ibuk hendak berangkat mengajar di lain kecamatan. Aku selalu menangis sejadi jadinya. Sampai saat ini aku belum berani bertanya kenapa ibuk memilih profesi menjadi guru.

Guru..
Tak membelah lautan..apalagi berjalan di atas air.
Tak memintarkan anak semudah membalik telapak tangan
Jika kau tanya, kenapa sekarang aku menjadi guru
dengan senyum kan kujawab, aku mencintai anak anak.

Aku ingin melukis pikiran mereka dengan tinta kebaikan
Aku ingin mereka mengerti, bahwa ilmu lebih bermanfaat jika diamalkan
Bukan berarti aku lebih tahu dari mereka, aku hanya ingin menularkan pengetahuan



Aku memang seorang guru..di sebuah SD terkenal dikotaku...terkenal dengan anak anak yang berakhlak mulia dan santun. Rajin sholat dan tak pernah ketinggalan sholat sunnah dhuha di tiap harinya...ah anakku, betapa ustadzah bangga padamu.Ustadzah ingik kalian menjadi manusia muslim yang berilmu dan berakhlak mulia. Menjadi manusia  yang bermanfaat bagi sesamanya. Menjalani hidup dengan prinsip Islam, budaya yang tak bertentangan boleh dijalankan, anakku..sedang budaya yang bertentangan dengan prinsip Islam, tinggalkan. Waktu memang mampu menggeser budaya, dan budaya meng-update dirinya. Kuharap bekal kita cukup anakku..

Biarlah kusampaikan satu lagu yang kugubah dari gubahan seorang teman:
Aku mengambil lirik aslinya dari http://liriklaguindonesia.net/kangen-band-pujaan-hati.htm

Ustadz ustadzahku

Ustadz ustadzahku apa kabarmu
Ku harap kau baik-baik saja

Ustadz ustadzahku andai kau tahu
Ku sangat mencintai dirimu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Ustadz ustadzahku setiap malam
Aku berdoa kepada sang Allah

Berharap asaku jadi kenyataan
Agar ku tenang meniti kehidupan

Ustadz ustadzahku..Ustadz ustadzahku

Mengapa kau tak membalas senyumku
Mengapa engkau abaikan rasaku
Ataukah mungkin hatimu membeku
Hingga kau tak lagi pedulikan aku


Cobalah mengerti keadaanku
Dan cobalah pahami keinginanku
Ku ingin kau slalu jadi guruku
Lengkapi jalan cerita hidupku

Ustadz ustadzahku..Ustadz ustadzahku

.....

Dan, kamipun bersenandung untukmu..

Anak- anakku

Anak- anakku  apa kabarmu
Ku harap kau baik-baik saja

Anak- anakku  andai kau tahu
Ku juga mencintai dirimu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Anak- anakku setiap malam
Aku berdoa kepada sang Allah

Berharap asamu jadi kenyataan
Agar kau tenang meniti kehidupan

Anak- anakku..Anak- anakku

Kuingin slalu membalas senyummu
Kuingin slalu menggenggam tanganmu
Ataukah mungkin hatimu membeku
Hingga kau tak lagi pedulikan aku


Cobalah mengerti keadaanku
Dan cobalah pahami keinginanku
Ku ingin kau slalu jadi muridku
Lengkapi jalan cerita hidupmu

Anak- anakku Anak- anakku

Maafkan ananda Ibu,  
Kini, tanpa bertanyapun, kurasa aku tahu, kenapa ibuku menjadi seorang guru.

No comments:

Post a Comment