Tuesday, 25 September 2012

Siluet rasa

Tak sengaja ku temukan kembali keunikan puzzle kehidupan
yang mengalir menjauhi hulu..
biarlah serpihannya kurekatkan
agar tampak sisa ingatan akan kebaikan cinta-Nya
agar tak jadi hamba yang kufur
mengingat kembali riuh rendah pagi..
ayam berkokok, gemericik air suci membasuh muka..
dan bisikan membangunkan, nduk bangun..tahajud dulu
sungguh tak serta merta ku iyakan panggilan itu,
satu..dua..dan ketiga kalinya baru ku terjaga..
masih 11 tahun waktu itu.

Tak hendak bermaksud sampai kesana, tapi angan menerbangkan debu di otak
yang kini telah menghitam, mengerak..

Baiklah, mari sejenak kita monolog tentang senja.
Apa yang kau tahu tentang senja kawan?
adakah awan perak dengan mentari yang hendak tenggelam?
adakah keceriaan riuh rendah anak anak desa belajar mengeja huruf-huruf Al qur'an?
dengan sang ustadz yang menggendong anaknya?
ataukah kesendirian menanti adzan magrib bersama segelas teh manis dan dua buah pisang tak digoreng?

Apapun..dalam keadaan apapun, gerimis ataukah hujan lebat..aku tetap menyukainya
menyukai senja..bersama berjuta latar yang mengiringiya
kadang ada serombongan bebek lewat depan rumah..kadang ada penjual bakso yang lewat begitu saja
kadang ada juga pelangi yang bersenandung di hati.
Apapun goresan senja..aku tahu Sang Pelukislah yang menghadirkan berjuta warna yang tak kutahu
dari mana mulanya..
Bersyukur atas segala rasa yang sudah dan belum terasa..makna yang belum ataupun sudah merekah
menghadirkan syukur tak berujung.
pantaskah aku mengeluh?
 
kembangkan sayapmu, terbanglah kemana angin mengarahkanmu
pergilah, kan kau temukan kerabat baru disana..yang menyayangimu, 
mencintaimu dengan ketulusan embun menembus sejuk pagi
menjagamu, yang mampu membuatmu belajar,
mampu membuatmu bersyukur..
Membuatmu lebih bermanfaat sebagai manusia..

Tetaplah terjaga disana.. terjaga mencintai Rabb..
Shalawat salam pada Rasul terakhir tercinta..

jangan khawatir, pahala kebaikanmu kan mengalir pada orang yang kau tinggalkan
di ujung dinegeri asalmu..pada orang yang mengasihimu di waktu kecilmu
yang mempersiapkanmu menghadapi riuh fana dunia..
yang mendidikmu berakhlak mulia..
hingga kau tegak diatas kakimu sendiri, atas ijin-Nya



No comments:

Post a Comment